Bahaya Antibiotik yang tidak tepat

Posted on September 6, 2017 by Yasmin Hospital in Artikel

Siapa sih yang nggak pernah sakit. Sesempurna apapun manusia, baik yang kaya maupun yang kurang kaya, pasti pernah mengalami sakit misalnya demam. Terus jika demam, selanjutnya diapakan sakitnya biar sembuh? Tentu sudah pasti berobat ke dokter baik di puskesmas, klinik, rumah sakit maupun di bidan dan mantri desa.
Setelah berobat tentu saja badan yang tadinya sakit kembali sehat. Nah, terus yang menjadi masalahnya apa dong? menurut dr. Rezki, ada suatu masalah yang timbul ketika seseorang mengeluhkan sakit kemudian berobat baik di puskesmas, klinik maupun rumah sakit. Yaitu seringnya penggunaan antibiotic yang tidak rasional. Padahal sebenarnya tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik dan tidak semua penyakit disebabkan oleh nfeksi bakteri. Contohnya jika seseorang sedang demam, hal ini bisa dikarenakan kurangnya cairan hingga infeksi, infeksi dapat disebabkan oleh virus, jamur, parasit dan bakteri. Kegunaan antibiotik hanya diperlukan jika demamnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau sebagai pencegah supaya tidak terjadi infeksi sekunder oleh bakteri.
Masalah yang timbul pada penggunaan antibiotik yang tidak rasional bisa berupa dampak buruk seperti, pertumbuhan kuman yang kebal akan semakin pesat, hingga efek samping yang bisa membahayakan fungsi normal tubuh pasien meliputi gangguan hati, ginjal, gangguan darah dan efeknya pada ibu hamil dan menyusui.
Mengapa penggunaan antibiotik yang tidak rasional ini terjadi? Sebenarnya hal ini merupakan suatu fenomena di masyarakat kita. Masyarakat beranggapan, supaya cepat sembuh kasih antibiotik aja. Bahkan banyak pasien yang merasa aneh jika dokternya tidak memberikan antibiotik. Bahkan pasien tidak segan mengkonsumsi sendiri antibiotic tanpa anjuran dari dokter. Hal lain yang menyebabkan penggunaan antibiotic yang tidak rasional adalah karena kesalahan penggunaan antibiotic yang diberikan. Contoh antibiotik A diminum 3 kali sehari, kebanyakan masyarakat akan mengartikan minum obatnya 3 kali sehari setelah makan. Padahal seharusnya obat tersebut diminum setiap 8 jam sekali. Disinilah letak kesalahannya. Bisa karena dokternya yang tidak menjelaskan dengan baik, atau alasan yang berasal dari pasien itu sendiri karena mengkonsumsi asal-asalan tanpa anjuran dokter.
Nah, jadi jika teman-teman kedepan mengeluh sakit dan mendapatkan antibiotic, pastikan apakah penggunaannya sudah sesuai indikasi, tepat jenis, dosis, cara pemberian dan kapan saatnya obat tersebut dihentikan. Dengan penggunaan atibiotik yang rasional, efek obat menjadi lebih optimal dan efek samping pun minimal.
Untuk keadaan darurat, silahkan hubungi UGD 24 RS Yasmin di nomor telepon (0333) 423118. Info seputar RS Yasmin www.yasminhospital.com

Pencarian Artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>