Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Posted on April 3, 2014 by Yasmin Hospital in Artikel

Pernahkah Anda mengalami rasa tidak nyaman pada pergelangan tangan atau jari-jari tangan di saat malam? Pernahkah pula merasakan rasa nyeri berat, pegal luar biasa atau rasa kesemutan di telapak tangan atau jari-jari ? Bagaimana dengan kelemahan pada jari-jari tangan sehingga Anda tidak dapat mengepalkan tangan dan tidak dapat menggenggam bola atau memegang gelas atau peralatan lainnya yang ingin Anda ambil atau bawa?

Kalau Anda Mengalami Kesulitan Tersebut Mungkin Anda mengalami gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

CTS mulai diselidiki pada tahun 1950-an, namun gejalanya telah dikenal sejak lama. Pada 1854, Sir James Paget adalah orang pertama yang melaporkan saraf tertekan di pergelangan tangan karena retak tulang.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) , atau neuropati median di pergelangan tangan, adalah kondisi medis dimana saraf median tertekan pada pergelangan tangan yang menyebabkan kesemutan, mati rasa dan kelemahan otot tangan.

Penyakit ini disebabkan terjepitnya saraf perifer (nervus medianus) oleh ligamen transversus carpii (ligamen otot yang berada di pergelangan tangan) yang mengalami degenerasi dan pengerasan akibat kerjanya yang berlebihan dan berulang

CARPAL

CTS dialami banyak orang khususnya orang-orang dengan usia di atas 30 tahun. Kejadian ini akan lebih sering dialami pada orang-orang yang banyak menggunakan tangan atau gerakan tangan yang monoton dan berulang saat bekerja atau melakukan suatu pekerjaan. Misalnya pada ibu-ibu rumah tangga yang banyak mencuci baju secara tradisional (tanpa mesin cuci), orang-orang yang banyak menulis dan mengetik, para pengendara motor dan bahkan pada atlet dengan jenis olahraga yang banyak menggerakkan pergelangan tangan. Penyakit CTS ini juga bisa dialami oleh wanita yang sedang hamil

Gejala penyakit CTS

Nyeri, rasa kesemutan, terasa tebal pada pergelangan tangan

Gejala penyakit CTS biasanya berupa rasa nyeri, tidak nyaman, kesemutan pada jari-jari tangan dan telapak serta pergelangan  tangan. Pada keadaan yang lebih lanjut dapat pula disertai dengan rasa tebal dan kelemahan pada jari-jari tangan sehingga tidak dapat mengepalkan tangan dan menggenggam benda-benda yang akan diambil. Semua gejala tersebut terbatas hanya pada tangan saja dan tidak meliputi lengan atas ataupun lengan bawah. Bila lengan atas dan lengan bawah mengalami rasa yang lain juga, maka kemungkinan jepitan saraf terjadi di daerah lebih atas atau pada daerah leher.

Cara untuk mengetahui apakah Anda mengalami CTS atau tidak adalah dengan mencoba menekuk pergelangan tangan ke arah telapak tangan dan mempertahankan posisi tersebut selama sekitar 1 menit (Prayer test). Bila nyeri, rasa kesemutan, rasa tebal atau kelemahan bertambah, maka kemungkinan Anda mengalami penyakit CTS. Cara kedua adalah dengan melakukan ketukan-ketukan ringan berulang secara terus menerus pada pergelangan tangan (Tinel’s test). Bila nyeri, kesemutan, tebal dan kelemahan bertambah maka kemungkinan CTS sudah terjadi pada Anda.Untuk mengetahui dengan pasti maka Anda perlu datang ke dokter Ahli agar dapat dilakukan pemeriksaan dengan teliti dan pemeriksaan EMG (Electromyelography). Dari pemeriksaan pada ahlinya dapat dipastikan apakah CTS sudah terjadi.

Penanganan Pada Penderita CTS

Penanganan pada penderita CTS ada dapat diberikan berupa terapi pada penyebab terjadinya  CTS dan terapi langsung terhadap CTS

Terapi langsung pada CTS dapat dibedakan menjadi dua jenis terapi, berikut penjelasannya

 1.      Terapi Konservatif

Terapi konservatif merupakan terapi untuk pencegahan agar penyakit tidak menjadi semakin parah, pada kasus CTS pencegahan dengan berkonsultasi dengan dokter Rehabilitasi Medik, pencegahan terhadap penyakit ini bisa dengan fisioterapi atau dengan menggunakan splint (alat khusus mencegah CTS). Fungsi alat ini yaitu mencegah terjadinya penjepitan saraf pada bagian pergelangan tangan, sehingga pasien masih bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Splint dipakai selama masa penyembuhan dan terapi. Penggunaan alat ini dapat mengurangi kasus CTS hingga 95 %. Berikut beberapa terapi Konservatif yang biasa diberikan :

  • Istirahatkan pergelangan tangan
  • Obat anti inflamasi non steroid
  • Pemasangan bidai/slpint
  • lnjeksi steroid
  • Kontrol cairan
  • Vitamin B6 (piridoksin)
  • Fisioterapi

 2.      Terapi Operatif

Solusi lain pada kasus ini adalah dengan dilakukan operasi. Ligamen yang mengeras akan dipotong dan dibelah sehingga saraf medianus akan terlepas dari jepitan. Tindakan operasi ini sangat ringan dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Pembiusan pun dapat dilakukan secara regional dan tidak harus pembiusan umum (kecuali atas permintaan pasien). Pasca operasi, pasien tidak perlu dirawat lama, cukup satu hari saja atau bahkan bisa langsung pulang. CTS pasca tindakan operasi biasanya akan menunjukkan hasil yang sangat baik dan memuaskan. Biasanya rasa nyeri dan kelemahan akan mengalami perbaikan. Pasien juga dapat kembali beraktifitas setelah jahitan dan luka di tangan sembuh. Komplikasi dari tindakan operasi pun sangat jarang. Oleh karena itu, bila Anda merasa mengalami gejala CTS, segeralah berobat ke dokter agar pertolongan dini segera dapat diberikan.

 Berikut kondisi dimana pasien penderita CTS Harus Melakukan Terapi Operatif :

  • Operasi mutlak dilakukan bila terapi konservatif gagal,  ada atrofi otot-otot thenar.
  • Indikasi relatif tindakan operasi adalah hilangnya rasa raba yang menetap.

Carpal Tunnel Syndrome copy

Untuk Mencegah Kekambuhan Penderita CTS sebaiknya melakukan upaya-upaya pencegahan sebagai berikut :

  • Usahakan agar pergelangan tangan selalu dalam posisi netral
  • Perbaiki cara memegang atau menggenggam alat benda.
  • Gunakanlah seluruh tangan & jari-jari untuk menggenggam sebuah benda, jangan hanya menggunakan ibu jari dan telunjuk.
  • Batasi gerakan tangan yang berulang.
  • Istirahatkan tangan secara periodik.
  • Kurangi kecepatan dan kekuatan tangan agar pergelangan tangan memiliki waktu untuk beristirahat.
  • Latih otot-otot tangan dan lengan bawah dengan melakukan peregangan secara teratur

Untuk seseorang dengan pekerjaan dengan intesitas rutin sebaiknya melakukan pemanasan sendi tangan dan lengan saat akan bekerja  dan lakukan sesekali pada saat melakukan aktifitas.

Sumber : id.wikipedia.org, drandra.com

Editor   : dr. Yasmin Bakarman, Sp.KFR

Pencarian Artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>