Demi Tumbuh Kembang Anak, Ortu Tak Bisa Hanya Andalkan Gen

Posted on August 28, 2017 by Yasmin Hospital in Artikel

Bila melihat anak-anak keturunan orang asing seperti dari Amerika atau Inggris, mungkin kita akan minder dengan postur tubuh mereka yang tinggi dan kulit yang putih. Namun dokter anak tekankan gen bukanlah segala-galanya.

“Kebutuhan nutrisi antara anak made in luar negeri dengan made in dalam negeri itu sama, terutama kalori setelah lahir. Pada awal-awal itu total kebutuhannya sekitar 110-120 kkal/kg. (Namun) kemudian tergantung berat badannya,” ungkap Prof Dr Muhammad Juffrie, PhD, SpA(K).

Hal ini disampaikan Prof Juffrie dalam talkshow Vitalac dengan 5 Star Nutri ‘Nutrisi Berkualitas Internasional untuk Anak Indonesia’ di Hotel Phoenix dan ditulis Rabu (28/5/2014).

Untuk menerangkan hal ini, staf pengajar Fakultas Kedokteran UGM itu memberikan pemahaman bahwasanya pertumbuhan anak didasari oleh dua faktor, yaitu faktor genetik dan lingkungan (environment).

“Genetik itu emang dari sononya, kecuali ibunya pada saat hamil itu ‘macem-macem’. Ada penelitian yang dilakukan di Inggris selama 20 tahun, yang diamati itu perilaku si ibu ketika hamil. Setelah anaknya lahir dan tumbuh, gennya dilihat. Ternyata yang waktu hamil ibunya itu aneh-aneh, seperti konsumsi alkohol, narkoba, free sex ini gennya yang tadinya baik jadi buruk karena environment itu tadi,” terang Prof Juffrie.

Sebaliknya gen yang buruk pun bisa diubah menjadi baik. Prof Juffrie mencontohkan kondisi anak-anak Jepang. Perbedaan mencolok terlihat pada tinggi badan anak Jepang di masa lalu dengan masa kini.

“Orang Jepang yang dulunya pendek-pendek, dengan pemberian nutrisi yang baik sekarang jadi lebih tinggi. Jadi nutrisi bisa merubah gen menjadi baik,” katanya
Bila berkaca dari kondisi di Indonesia, Prof Juffrie menuturkan pengalamannya ketika mengamati anak-anak yang ada di Pulau Nias, NAD dan Papua, yang nutrisinya masih sangat kekurangan (under nutrition).

“Bahkan di masyarakat Asmat itu, anak-anak kita 98 persen cacingan. Mungkin karena environment-nya yang kurang bagus. Karena saya lihat bapaknya bisa beristri sampai 8-9 orang,” keluhnya.

Untuk itu yang terpenting orang tua memenuhi kebutuhan nutrisi anak, sejak dari pemberian ASI hingga 6 bulan, lalu makanan pendamping ASI dan memilih susu pertumbuhan yang tepat.

“Ini bisa dipelajari sendiri, di mana-mana ada tapi orang tua harus pandai-pandai. Misal kalau bubur, jumlah karbohidrat dalam satu mangkuk itu berapa bisa dipelajari sendiri. Berapa banyaknya kalori juga bisa dilihat dari kemasan makanan,” sarannya.

Sumber :  health.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>