Gangguan Sensori Integrasi Pada Anak

Posted on August 30, 2017 by Yasmin Hospital in Artikel

Apa Itu Gangguan sensori Integrasi ???? Gangguan sensori Integrasi adalah gangguan dalam pengelolaan perintah dalam otak sehingga indra dalam tubuh tidak dapat melakukan perintah dengan baik. Anak dengan gangguan sensori integrasi sering kali salah mengartikan informasi sensorik yang masuk. Individu ini merasa seperti dihujani dengan informasi dan tidak mampu memproses informasi yang masuk. Akibatnya,  ia  merespon dengan cara ekstrim yang kadang tampak aneh dan sulit diterima

Berikut  gejala-gejala gangguan sensorik yang biasa menimpa 7 sensorik anak!

1. Penciuman

  • Menolak atau muntah saat mencium bau kamar mandi atau  peralatan kebersihan.
  • Menolak untuk masuk ke suatu lingkungan karena tidak menyukai baunya.
  • Menolak suatu makanan hanya karena tidak menyukai aromanya.
  • Selalu membaui barang-barang atau orang-orang di sekitarnya.
  • Sulit membedakan antara aroma yang satu dengan yang lainnya.

2. Penglihatan

  • Menangis atau menutup mata karena merasa cahaya di sekitarnya terlalu terang.
  • Mudah teralih oleh stimulasi visual.
  • Senang bermain dalam suasana gelap.
  • Sulit membedakan warna, bentuk dan ukuran.

3. Pengecap

  • Suka memilih-milih makanan (picky eater) dan menolak mencoba makanan baru.
  • Tidak suka atau menolak untuk sikat gigi.
  • Suka mengemut makanan karena ada kesulitan mengunyah, menghisap dan menelan.
  • Produksi air liur berlebihan.

4. Sensorik propioseptif (gerak antar sendi)

  • Sering menabrak atau menendang sesuatu saat berjalan.
  • Sering menggigit kuku atau menghisap jari.
  • Sering melakukan gerakan memukul berulang-ulang.
  • Sering menggosok-gosokkan tangan pada meja.
  • Menyandarkan kepala pada lengan ketika sedang menggambar dan menonton TV.

5. Vestibular (keseimbangan)

  • Bersikap terlalu waspada atau cenderung ketakutan.
  • Tidak  suka main ayunan.
  • Takut menaiki tangga atau eskalator.
  • Sering berputar dan meloncat-loncat.
  • Mudah terjatuh secara tiba-tiba.

6. Perabaan

  • Tidak suka disentuh atau dipeluk.
  • Sering marah saat berada dalam kerumunan.
  • Tidak merasakan rasa sakit saat terluka.
  • Tidak suka  dipotong kukunya.
  • Tidak suka disisir rambutnya.

7. Pendengaran

  • Takut mendengar suara air ketika menyiram toilet, suara alat penyedot debu, alat

pengering rambut  atau suara  detak jarum jam.

  • Menangis atau menjerit berlebihan ketika mendengar suara atau bunyi-bunyian yang tiba-tiba muncul.
  • Senang mendengar suara-suara yang terlalu keras.
  • Sering berbicara sambil berteriak ketika ada suara yang tidak disukai.

Ruang Terapi Sensori Integrasi

Saat anda memasuki Ruangan Terapi Sensori Integrasi (SI) anda akan memasuki ruangan seolah anda memasuki arena bermain. Dalam ruang Okupasi untuk  Terapi Sensori Integrasi tersedia berbagai peralatan bermain yang semuanya sudah didesain secara khusus dengan fungsi, bentuk, bahan warna yang sudah memenuhi standart tertentu untuk mengasah sensori integrasi. Beberapa ayunan, trampolin, titian keseimbangan, tangga, balok-balok panjat, bentangan kain lycra, alat luncur/scooter, matras untuk menghindari benturan, bantal-bantal besar yang berfungsi merangsang kontrol gerakan anak.

Sebelum terapi dilakukan, pada tahap awal terapis akan melihat, mengevaluasi problem sensori yang dialami setiap anak. Selanjutnya secara individual akan dibuatkan terapi sesuai dengan kebutuhan anak

Support Keluarga dalam terapi SI sangatlah penting. Diharapkan keluarga dapat melanjutkan ataupun menyelenggarakan terapi di rumah, meski dengan peralatan yang sederhana dengan modifikasi sendiri, dengan begitu akan terbentuk tim terapis yang kompak dalam membantu anak anak dengan kebutuhan khusus.

 

Sumber :

http://www.anakku.net/sensori-integrasi.html

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/-/-/gangguan.sensori.pada.balita/001/001/2405/2

http://tentangsi.blogspot.com/

Pencarian Artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>