Gejala, Penyebab dan Cara Menangani Alergi Obat

Posted on September 4, 2017 by Yasmin Hospital in Artikel

Pernahkah anda mendengar tentang Sindroma Steven Johnson? Fenomena sensasi kulit seperti terbakar disertai pengelupasan hampir keseluruhan permukaan kulit, diikuti tanda-tanda syok. Bagi yang pernah mengalaminya, tentu ini pengalaman yang tak terlupakan bukan? Sering kali gejala ini dikaitkan dengan “Malpraktek”, yang akhirnya menyalahkan dokter maupun tim medis.

Perlu diketahui, Sindroma Steven Johnson sendiri merupakan contoh dari reaksi alergi terhadap obat.  Ada beberapa macam reaksi alergi obat. Mulai dari yang ringan, hingga yang cepat mengancam nyawa. Obat-obatan apa saja yang menyebabkan alergi? Semua jenis obat berpotensi menimbulkan alergi baik antibiotik, anti nyeri, bahkan obat yang dijual bebas di pasaran. Penderitanya? Bisa siapa saja, terutama mereka yang memiliki riwayat alergi. Obat yang menyebabkan alergi pada penderita satu dan yang lain tidak selalu sama, bisa saja obat A menimbulkan alergi bagi si B namun tidak menimbulkan reaksi alergi bagi si C. sehingga alergi terhadap obat susah untuk diprediksi oleh tenaga medis, kecuali diketahui riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu sebelumnya.

Apa saja gejala alergi obat? Sebagian besar alergi obat memiliki gejala yang ringan dan biasanya akan reda dalam beberapa hari setelah anda berhenti meminum obat tersebut. Beberapa gejala umum dari alergi obat yang bisa Anda cermati seperti ruam atau bentol-bentol pada kulit, gatal-gatal, hidung beringus, batuk, demam, Sesak napas atau napas pendek, mata terasa gatal atau berair, dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Meski demikian, reaksi alergi yang parah juga dapat memicu anafilaktik, reaksi alergi yang menyebabkan kegagalan fungsi sistem tubuh secara luas sehingga menyebabkan syok. Kondisi ini sangat serius dan bisa berakibat fatal sehingga memerlukan penanganan secepat mungkin.

Terus, apa yang bisa dilakukan jika ternyata anda mengalami gejala reaksi obat? Sebagai langkah awal, segera hentikan pemakaian obat-obatan. Langkah selanjutnya segera mencari pertolongan medis terdekat. Jangan menunggu gejala menjadi berat. Karena semakin cepat anda mendapat pertolongan medis, semakin baik pula penyembuhannya. Jangan lupa menyerahkan obat yang dicurigai menyebakan reaksi alergi kepada tenaga medis.

Apakah reaksi alergi obat dapat dicegah? Perlu diketahui, jika seseorang pernah alergi dengan obat A, maka dia akan mengalami alergi kembali jika terpapar dengan obat yang sama. Sehingga bagi mereka pencegahan dapat dilakukan. Contohnya dengan mengenakan gelang atau kalung penanda alergi jika memungkinkan, memberi tahu dokter atau tenaga medis tentang jenis obat yang bisa memicu reaksi alergi pada Anda setiap kali anda berobat, atau dengan hal yang sederhana seperti mencatat obat tersebut di secarik kertas, kemudian selipkan di dalam dompet. Sehingga pada keadaan emergensi tertentu akan sangat membantu dokter maupun tim medis mengidentifikasi riwayat alergi Anda saat memeriksa kartu identitas Anda.

Jika Anda tidak tahu apakah ada alergi atau tidak, tes kulit (skin test)dapat membantu mencari tahu dengan pasti. Pengujian alergi penisilin umumnya lebih dapat diandalkan daripada tes kulit untuk alergi terhadap obat lain, dan tentunya biaya pemeriksaannya relatif mahal

Untuk keadaan darurat, silahkan hubungi UGD 24 RS Yasmin di nomor telepon (0333) 423118. Info seputar RS Yasmin www.yasminhospital.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>