Hemofilia. Waspada Jika Bayi dan Balita Mudah Lebam

Posted on June 26, 2015 by Yasmin Hospital in Artikel

Hemofilia adalah kelainan genetik pada darah yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan darah.

Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :

Hemofilia A; yang dikenal juga dengan nama :

  • Hemofilia Klasik; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah.
  • Hemofilia kekurangan Factor VIII; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.

Hemofilia B; yang dikenal juga dengan nama :

  • Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada
  • Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.

hemofilia juga merupakan salah satu penyakit genetik tertua yang pernah dicatat yang gejalanya sulit untuk dipastikan.

Sebagai salah satu penyakit yang gejalanya sulit dipastikan, diagnosis hemofilia kerap ‘terlewatkan’. Sering menimbulkan pendarahan dalam, perhatikan secara seksama jika sejak usia 1-2 tahun kulit anak mudah lebam.

pada dasarnya manusia untuk membekukan darah memerlukan trombosit. Nah, untuk pasien hemofilia, trombositnya normal namun faktor pembeku VIII dan IX-nya yang kurang seperti yang sudah disampaikan diatas. “Sehingga luka masih bisa menutup tapi muncul pendarahan di dalam, berupa lebam atau biru-biru,” tuturnya.

Berdasarkan klasifikasinya, hemofilia dibagi menjadi tiga, yakni ringan (mild), sedang (moderate) dan berat (severe).Tahap ringan biasanya pendarahan terjadi karena trauma atau saat operasi ringan seperti cabut gigi. Sementara jika sudah berat, tidak ada kejadian apapun anak bisa tiba-tiba berdarah.

“Misalnya bangun tidur, terus tiba-tiba dia mimisan, atau kulitnya jadi biru-biru. Perhatikan juga kalau bayi diimunisasi, lalu selalu besoknya bengkak dan kulitnya biru-biru,”

Tak melulu setelah disuntik atau terluka, pertanda hemofilia juga bisa terlihat jika anak melakukan aktivitas sehari-hari. Sebagai contoh, anak sedang aktif belajar merangkak, akibat adanya tekanan berulang maka lututnya bisa bengkak dan membiru.

“Khas hemofilia itu pendarahannya di dalam, di otot. Itu yang bikin mereka jadi sulit beraktivitas atau sulit berjalan,” paparnya.

Pada anak yang lain mungkin juga gejala muncul berupa perdarahan di mulut saat giginya mulai terlepas, demikian pula mimisan atau perdarahan di gusi atau lidah. Sejalan dengan peningkatan aktivitas fisik anak, perdarahan juga bisa terjadi di lutut, siku, pergelangan kaki, bahu dan pergelangan tangan.

Segera periksakan anak ke dokter jika gejala seperti itu mulai tampak. Jelaskan juga jika ada riwayat keluarga dengan hemofilia. Dengan begitu dokter akan memberikan tes faktor pembeku VIII atau IX, dan diagnosis baru bisa ditegakkan.

SUMBER :

http://id.wikipedia.org/wiki/Hemofilia
health.detik.com/hemofilia

http://tsanifadli.wordpress.com/2012/03/11/hemofilia/

Pencarian Artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>