Jangan Sepelekan Gejala Muntah !

Posted on January 20, 2017 by Yasmin Hospital in Artikel

Muntah adalah gejala yang cukup sering terjadi dan menyebabkan kekhawatiran, perlu diwaspadai terutama jika terjadi pada mereka yang masih anak – anak, juga pada lanjut usia (lansia). Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai muntah yang berbahaya dan seringkali terlambat dilakukan penanganan karena kurangnya kewaspadaan keluarga terhadap gejala muntah yang berbahaya ini.

Muntah dalam bahasa medis disebut vomit yang merupakan suatu gejala penyakit berupa pengeluaran isi lambung  (dapat pula disertai isi usus) yang cepat dan “terpaksa”  dengan alur balik dari perut sampai keluar dari mulut.  Proses terjadinya muntah dapat didahului oleh berbagai hal yang mencetuskan rangsangan terhadap pusat muntah, misalnya rangsangan psikis berupa rasa takut, bau, jijik, stress, Rangsangan dari gangguan pencernaan ( lendir batuk yang mengganggu kerongkongan, infeksi lambung, sakit maag, dan sebagainya ), dapat pula disebabkan oleh rangsangan pada organ keseimbangan (yaitu penyakit vertigo ; pusing berputar ) , pada kehamilan karena pengaruh hormon kehamilan, dan yang paling penting diketahui karena bahayanya adalah muntah yang terjadi akibat proses penyakit di dalam otak seperti tumor otak, infeksi otak, perdarahan otak, dan sebagainya.

 Kapan muntah merupakan tanda bahaya ?

Muntah merupakan hal yang berbahaya apabila termasuk ke dalam 3 jenis muntah ini :

  1. Muntah yang terus menerus , muntah setiap kali makan dan minum

Muntah seperti ini biasanya akan berlangsung berulang kali hingga lebih dari 10 x dalam sehari, disebut dengan muntah profus. Kondisi ini akan membahayakan penderitanya karena menyebabkan kurangnya asupan makan dan minum sehingga terjadi dehidrasi (kekurangan cairan ) yang berat dan tubuh yang lemah tanpa asupan kalori dari makanan. Hal ini sangat berbahaya terutama pada anak – anak dan lansia sehingga memerlukan penanganan segera di RS . Tindakan awal dan paling penting adalah sesegera mungkin membuat akses cairan masuk ke dalam tubuh melalui pemasangan infus, proses ini disebut dengan Rehidrasi. Kemudian dilakukan pemantauan kondisi vital dan diterapi dengan obat anti muntah serta penanganan lanjutan sesuai penyebab penyakit. Muntah seperti ini paling sering disebabkan oleh keadaan infeksi saluran cerna, gangguan pada system keseimbangan atau yang kita sebut dengan vertigo; pusing berputar, juga sering disebabkan karena pengaruh hormon kehamilan pada awal – awal bulan. Keterlambatan penderita mendapat cairan pengganti dapat menyebakan kegagalan sirkulasi organ, di mana pembuluh darah menjadi kolaps (menciut) sehingga sulit dilakukan pemasangan infus untuk menangani  dehidrasinya, diikuti dengan pompa jantung yang semakin lemah, kerusakan ginjal, dan dapat menyebabkan kematian. Itu sebabnya sangat dianjurkan membawa penderita muntah hebat seperti ini sesegera mungkin ke RS.

  •     2.Muntah Proyektil

Muntah yang tiba – tiba tanpa disertai mual, terjadi mendadak, muntah menyembur atau menyemprot disebut dengan muntah proyektil. Ini merupakan tanda bahaya, karena proses penyakit seringnya terjadi di dalam otak. Muntah proyektil paling sering disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam kepala misalnya akibat adanya desak ruang di dalam otak karena tumor , atau terjadinya proses infeksi di dalam otak seperti meningitis, encephalitis, abses serebral , edema serebral, dsb, juga dapat disebakan oleh perdarahan di dalam otak, apakah karena pecah pembuluh darah pada stroke maupun akibat kecelakaan dan terjadi gegar otak. Muntah terus – menerus yang tidak berespon terhadap obat anti muntah, di mana penderita tetap mengalami muntah – muntah meskipun sudah mengkonsumsi obat anti muntah perlu dicurigai sebagai gejala awal penyakit otak. Untuk memastikan penyebab penyakit dokter biasanya akan menganjurkan dilakukan foto imaging kepala untuk menyingkirkan atau memastikan adanya penyakit otak baik tumor maupun infeksi otak. Kondisi seperti ini perlu penanganan di RS segera.

       3. Muntah yang disebabkan penyakit emergensi tertentu.

Muntah yang terjadi beberapa saat setelah keracunan makanan,minuman, gas beracun, atau pada percobaan bunuh diri dengan meminum cairan kimiawi/racun adalah merupakan jenis muntah yang juga berbahaya. Proses terjadinya muntah ini bisa melalui rangsangan dari pencernaan maupun dari otak langsung, tergantung proses masuknya zat berbahaya tsb dan membutuhkan penanganan segera di RS.

Pada penderita hipertensi, Diabetes Melitus (kencing manis) , Penyakit kerusakan Ginjal juga dapat menyebabkan muntah – muntah dan merupakan tanda bahaya. Misalnya pada pasien hipertensi, muntah hebat menunjukkan gejala hipertensi urgensi atau hipertensi emergensi di mana efek hipertensi sudah mengenai pembuluh darah otak. Begitu pula pada diabetes mellitus (sakit gula) muntah – muntah dapat merupakan gejala dari meningkatnya gula darah terlalu tinggi sehingga menyebabkan ketoasidosis. Pada penyakit kerusakan ginjal, muntah – muntah merupakan gejala bahaya di mana kadar ureum dan kreatinin sudah demikian tinggi. Hal yang sama juga terjadi pada penyakit liver, apalagi jika disertai dengan muntah yang berwarna kehitaman. Semua muntah yang didahului penyakit – penyakit di atas merupakan jenis muntah yang berbahaya dan harus mendapat penanganan segera di RS.

Penanganan Awal pada muntah – muntah sederhana

Ketika mengalami muntah, hentikan makanan dan minuman apapun yang masuk ke dalam pencernaan, tunggulah 1 – 2 jam sebelum mencoba kembali mengkonsumsi minuman atau makanan dalam jumlah terbatas. Segera berobat ke layanan kesehatan apabila muntah masih terjadi.  Ingat kembali penyebab muntah seperti jenis makanan tertentu yang di makan sebelumnya, hal ini berkaitan dengan alergi makanan, pencernaan yang alergi dapat menyebabkan terjadinya muntah. Jika muntah disertai diare cairan yang hilang perlu diganti dengan oralit. Apabila gejala muntah meningkat ke fase bahaya segera bawa ke RS agar dapat dilakukan penanganan yang cepat dan tepat.

 Muntah sering menjadi gejala yang mengkhawatirkan namun tidak jarang pula diabaikan sehingga menyebabkan keterlambatan penanganan. Tanda bahaya berupa gejala muntah meliputi 3 jenis muntah yaitu muntah terus menerus tiap makan dan minum sehingga kekurangan asupan cairan dari minuman dan kalori dari makanan, muntah proyektil yang menyembur atau menyemprot yang merupakan tanda peningkatan tekanan dalam otak , yaitu suatu proses penyakit otak baik berupa tumor, stroke, infeksi otak atau akibat kecelakaan – gegar otak, kemudian juga muntah – muntah yang diawali oleh penyakit emergensi yang mendahuluinya seperti muntah akibat keracunan, muntah akibat penyakit hipertensi yang gawat, muntah akibat Diabetes mellitus ( sakit gula ) dengan peningkatan gula darah yang tinggi, muntah akibat penyakit ginjal di mana kadar racun darah sudah meningkat, serta muntah akibat penyakit liver (sirosis hepatis) di mana telah terjadi perdarahan saluran cerna ( pecahnya varises esophagus). Gejala muntah yang berbahaya harus sesegera mungkin di bawa ke RS untuk penanganan yang cepat dan tepat, semakin dini gejala ini diwaspadai semakin baik hasil pengobatan yang di dapat. Sedangkan untuk gejala muntah tanpa tanda bahaya dapat dilakukan penanganan awal sebelum mendapat pengobatan lanjutan sembari tetap memantau kondisi, jangan sampai gejala muntah biasa meningkat ke fase bahaya, hal terpenting adalah mencukupi kehilangan cairan yang terjadi akibat muntah. Waspada dan  jangan sepelekan gejala muntah ya.. !

Untuk keadaan darurat, silahkan hubungi UGD 24 RS Yasmin di nomor telepon (0333) 423118. Info seputar RS Yasmin www.yasminhospital.com

Pencarian Artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>