Kebakaran Hutan Timbulkan Gangguan Kesehatan

Posted on July 17, 2017 by Yasmin Hospital in Artikel

Saat ini negara kita sedang heboh asap tebal kebakaran hutan yang terjadi bukan hanya di wilayah Sumatera seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan namun juga meluas ke beberapa wilayah Kalimantan sehingga dampaknya ternyata bukan hanya di wilayah negara kita namun juga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.. Tidak hanya berdampak pada perekonomian, kebakaran hutan juga dapat menimbulkan partikel dalam udara yang menggangu kesehatan yang berpengaruh pada kesehatan masyarakat.
Kebakaran hutan dapat menghasilkan asap yang merupakan gas dan partikel yang membahayakan kesehatan. Paparan asap masuk ke tubuh manusia melalui ; pernafasan ,mulut dan kulit. Di dalam kabut asap terdapat partikel halus mengandung zat berbahaya seperti karbon monoksida (CO), aldehid, sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2) dan ozon(O3). Dampak yang ditimbulkan pada sistem pernafasan dapat terjadi dalam waktu yang pendek atau lama pada jangka pendek berupa iritasi pada mata, mata berair, hidung tersumbat, bersin, batuk, mengi, sesak nafas, iritasi tenggorokan, sakit kepala dan bronchitis. Adapun dampak kronis dapat terjadi percepatan penurunan fungsi paru. Persoalan yang muncul karena kebakaran hutan akan mengeluarkan partikel halus beracun yang dikenal dengan particulate matter (PM) 2,5. Sebanyak 94% dari partikel kabut asap memiliki diameter dibawah 2,5 mikrometer yaitu partikel yang 30 kali lebih kecil dari lebar rambut manusia. Karena ukuran yang ultrakecil yang tinggal lebih lama di udara dan mudah terbawa angin hingga jarak jauh, memungkinkan terhirup oleh hewan dan manusia. Partikel halus juga dapat melewati mekanisme pertahanan tubuh normal, dan menembus jauh ke dalam paru-paru. Ketika dihirup, partikel kecil itu dapat memasuki aliran darah dan diserap jaringan dibawahnya menghasilkan efek merusak seperti peradangan.

Yang berisiko tinggi akibat kabut asap adalah:

  • Orang yang memiliki gangguan paru dan jantung. Gagal jantung kongestif, angina, penyakit paru obstruktif kronik/PPOK, emfisema, asma berada pada resiko tinggi mengalami masalah kesehatan.
  • Orang tua yang kondisi kesehatannya sudah memiliki riwayat penyakit jantung atau paru-paru akan lebih buruk jika terpapar kabut asap.
  • Anak-anak akan lebih terancam kesehatannya bila terpapar kabut asap karena saluran pernafasan pada anak-anak masih berkembang dan membutuhkan udara lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Selain itu anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu beraktifitas di luar ruangan.

Menurut Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), DTM&H, DTCE, MARS, dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Kesehatan RI dikatakan ada 8 gangguan kesehatan akibat kabut asap.

  • Dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung,tenggorokan serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
  • Dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronik lain seperti PPOK, bronkitis kronis.
  • Kemampuan paru berkurang menyebabkan orang mudah lelah dan kesulitan bernafas.
  • Mereka yang berusia lanjut dan anak-anak, juga yang mempunyai penyakit kronik dengan daya tahan tubuh lebih rendah akan rentan terkena gangguan kesehatan.
  • Kemampuan paru dan saluran pernafasan mengatasi infeksi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
  • Secara umum maka berbagai penyakit kronik dapat juga memburuk.
  • Bahan polutan dari asap kebakaran hutan yang jatuh di permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana sumber air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
  • Infeksi saluran pernafasan akut lebih mudah terjadi, utamanya karena ketidakseimbangan (host), pola bakteri, virus dll penyebab penyakit (agent) dan buruknya lingkungan (environment).

Menurut laporan United States Centers for Disease Control and Prevention (CDC) resiko terpapar kabut asap dalam jangka panjang dapat menyebabkan :

  • Menurut penelitian paparan partikel halus (PM 2,5) dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit penebalan pembuluh darah, dan meningkatkan resiko kematian akibat penyakit jantung.
  • Paparan partikel halus yang ada pada dalam kabut asap dapat meningkatkan resiko penyakit metabolik dan disfungsi hati bila terpapar selama lebih dari 10 minggu.
  • Dapat menyebabkan resistensi insulin, yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit diabetes. Sebuah studi epidemiologi di AS menemukan bahwa terdapat peningkatan risiko menderita diabetes pada penduduk yang tinggal di daerah-daerah yang terpapar partikel halus/ kabut asap.
  • Studi lain menyatakan paparan partikel halus pada orang dewasa dapat menyebabkan penyakit sinusitis dan penyakit pernafasan pada bayi.
  • Paparan pada ibu hamil bisa mengakibatkan peningkatan resiko aborsi spontan, berat bayi bawah normal, bayi lahir cacat dan kematian bayi.

Berikut ini tips mengurangi risiko dampak dari kabut asap dikutip dari CDC USA:

  • Selalu memperhatikan informasi laporan kualitas udara lokal, melalui media televisi/surat kabar atau internet, konsultasikan panduan kondisi udara pada visibilitas lokal jika tersedia. Beberapa negara seperti Amerika Serikat  lazim memberikan pedoman untuk membantu orang mengetahui tentang tingkat kualitas udara.
  • Disarankan untuk tinggal dalam rumah, menutup pintu dan jendela, menyalakan air conditioning (AC), namun apabila udara masih kurang bersih dapat mencari perlindungan di sebuah pusat evakuasi yang jauh dari daerah yang terkena kabut asap.
  • Hindari kegiatan meningkatkan polusi udara ruangan seperti menyalakan lilin, perapian, kompor gas dan merokok karena dapat meningkatkan polusi dalam ruangan.
  • Mematuhi peraturan lokal. Jika berencana membakar sampah atau puing-puing pastikan cuaca cukup aman untuk pembakaran.
  • Ikuti saran dokter jika menderita asma atau penyakit paru-paru yang lain. Pertimbangkan untuk evakuasi jika anda kesulitan bernafas.
  • Jangan mengandalkan masker debu untuk perlindungan. Masker yang ditemukan di toko-toko dirancang untuk partikel besar seperti serbuk gergaji. Masker itu tidak akan dapat melindungi paru-paru anda dari partikel kecil yang ditemukan di kabut asap.
  • Pakailah masker “N 95” yang mampu melindungi diri anda dari partikel halus (0,3 mikron) dan mencegah anda menyedot partikel halus di udara.
  • Evakuasi dari jalan kebakaran hutan. Mendengarkan berita untuk belajar tentang perintah evakuasi saat ini. Ikuti petunjuk dari pejabat setempat tentang kapan dan dimana mengungsi dan ikuti rute evakuasi yang telah ditentukan.

Artikel ini disusun oleh  Dokter Spesialis Penyakit Paru dan Saluran Pernafasan RS Yasmin Banyuwangi  dr.Dedy Sasongko,Sp.P. untuk keadaan Darurat silahkan hubungi UGD 24 RS YASMIN di 0333 423118

 

Pencarian Artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>