PENANGANAN PERTAMA DEMAM PADA ANAK

Posted on September 1, 2017 by Yasmin Hospital in Artikel

Anak – anak kita seringkali mengalami kenaikan suhu tubuh atau biasa kita sebut dengan demam. Tak jarang pula kita langsung berinisiatif memberikan obat penurun demam untuk anak – anak kita tanpa memeriksakan suhu tubuhnya terlebih dahulu atau menanyakan dosis obat demam yang tepat kepada dokter. Namun, pernahkah para orangtua menyadari bahwa ada beberapa kondisi demam yang sebenarnya tidak memerlukan obat penurun demam? Atau apakah para orangtua menyadari penyebab utama demam itu sendiri disebabkan oleh apa dan  kapan  harus diperiksakan ke dokter serta kapan harus di cek darah untuk mengetahui penyebab pasti demam?

Demam merupakan 70% keluhan orang tua saat datang ke dokter, 50% diantaranya orangtua sudah menganggap anak demam dengan suhu rektal (suhu yang diukur di bagian dubur anak) < 380C, 25% diantaranya orangtua mulai memberikan obat penurun demam pada suhu tubuh < 370C, 85% para orangtua sering membangunkan anaknya untuk memberikan obat penurun demam, 50% para orangtua memberikan obat penurun demam dengan dosis yang kurang tepat dan 15% para orangtua memberikan dosis obat penurun demam diatas dosis yang dianjurkan/ penggunaan jangka waktu obat demam yang disalahartikan.

Demam merupakan kenaikan suhu tubuh diatas normal. Suhu tubuh normal pada anak mencapai derajat tertinggi saat sore hari sekitar pukul 17.00-19.00 dan akan kembali normal segera (tidak mengalami kenaikan suhu tubuh normal derajat tertinggi) saat anak telah memasuki masa puberitas. Suhu tubuh normal di ketiak jika menggunakan termometer digital atau air raksa yaitu 34,50C – 37,30C, jika diukur di mulut yaitu 35,50C – 37,50C, dan jika diukur di dubur anak mencapai 36,50C – 37,90C.

Obat penurun demam hanya bisa diberikan jika suhu tubuh anak mencapai diatas normal. Jika anak kita memiliki riwayat kejang setelah demam, maka selalu sediakan obat penurun demam dan obat yang dapat mengurangi kejang yang bisa didapatkan sesuai anjuran dari dokter. Penyebab demam pada anak 80% disebabkan oleh infeksi virus atau karena daya tahan tubuh anak sedang menurun, dan hanya 10-20% disebabkan oleh infeksi bakteri. Kedua hal ini sama – sama membutuhkan obat penurun demam jika suhu tubuh anak sudah diatas normal.

Tidak hanya diberikan obat penurun demam tetapi juga dapat melakukan hal lain seperti misalnya memberitahukan kepada anak agar tidak terlalu banyak bermain, istirahat yang cukup agar suhu tubuh tidak mudah meningkat, memberikan asupan cairan atau minuman yang  lebih banyak dari  biasanya agar anak tidak dehidrasi  karena penguapan suhu tubuh yang disebabkan oleh panas, pastikan suhu ruangan nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, gunakan pakaian bahan katun, tidak diperlukan bahan yang tebal dan hangat, cukup pakaian biasa saja, bantu dengan kompres hangat jika demam tidak kunjung reda dengan obat penurun demam. Hal – hal yang dapat dihindari saat anak demam yaitu jangan bangunkan  anak saat tidur di malam hari untuk minum obat penurun demam, biarkan anak beristirahat, jika suhu tubuh cukup tinggi, anak akan bangun dengan sendirinya dan mengeluhkannya kepada kita. Untuk obat penurun demam jangan diberikan Aspirin dan golongannya karena dapat menyebabkan gangguan  pada otak anak serta jangan memberikan ibuprofen pada anak usia dibawah 6 bulan.

Jika anak masih tetap demam dalam jangka waktu 3-4 hari sedangkan kita sudah memberikan obat penurun demam dengan dosis yang tepat, atau anak sudah mulai menunjukan gejala dehidrasi seperti nafsu minum / makan yang berkurang, gerakan sudah mulai kurang aktif, menangis mulai lemah disertai dan/ atau muntah – muntah dan mencret, maka segera periksakan anak anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 Untuk keadaan Darurat, silahkan hubungi IGD 24 JAM RS YASMIN di nomor telepon (0333) 423118. Info seputar RS Yasmin 0333 – 424671 | Web www.yasminhospital.com

Follow Social Media RS YASMIN

Instagram : @yasminhospital | Facebook : yasminhospital | Twitter : @yasminhospital

Oleh Dokter Umum Rumah Sakit Yasmin : dr. Ayunda Medina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>