Perdarahan Hidung Mimisan

Posted on August 4, 2017 by Yasmin Hospital in Artikel

Penyebab Perdarahan Hidung Mimisan Epistaksis Kejadian perdarahan hidung ini juga kerapkali menimpa kita. Bila sobat pernah merasakan adanya perdarahan yang berasal dari hidung, maka hal ini dinamakan dengan mimisan. Kali ini kita akan belajar bersama mengenai epistaksis ini. Untuk bisa memahami akan terjadinya epistaksis kita juga perlu mengetahui akan anatomi fisiologi hidung itu sendiri. Rongga hidung kita kaya dengan pembuluh darah. Pada rongga bagian depan, tepatnya pada sekat yang membagi rongga hidung kita menjadi dua, terdapat anyaman pembuluh darah yang disebut pleksus Kiesselbach. Pada rongga bagian belakang juga terdapat banyak cabang-cabang dari pembuluh darah yang cukup besar antara lain dari arteri sphenopalatina.

Rongga hidung mendapat aliran darah dari cabang arteri maksilaris (maksila (rahang atas) interna yaitu arteri palatina (langit-langit) mayor dan arteri sfenopalatina. Bagian depan hidung mendapat perdarahan dari arteri fasialis. Bagian depan septum terdapat anastomosis (gabungan) dari cabang-cabang arteri sfenopalatina, arteri etmoid anterior, arteri labialis superior dan arteri palatina mayor yang disebut sebagai pleksus kiesselbach (little’s area). Jika pembuluh darah tersebut luka atau rusak, darah akan mengalir keluar melalui dua jalan, yaitu lewat depan melalui lubang hidung, dan lewat belakang masuk ke tenggorokan. Dan ini pula yang dinamakan dengan mimisan epistaksis. Dan secara terminologi medis kedokteran hal ini dinamakan dengan patofisiologi mimisan (epistaksis).

Mimisan Epistaksis

Dan pengertian epistaksis / mimisan adalah perdarahan yang berasal dari hidung yang diakibatkan karena akibat dari faktor lokal atau pun sebab umum (kelainan sistemik). Dan hampir 90% dari angka kejadian epistaksis dapat berhenti sendiri. Kecuali penderita mempunyai kelainan sendiri terutama kelainan dalam hal pembekuan darah. Epistaksis bukan merupakan suatu penyakit, melainkan sebagai gejala dari suatu kelainan.

Epistaksis dibagi menjadi 2 yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang). Kasus epistaksis anterior terutama berasal dari bagian depan hidung dengan asal perdarahan berasal dari pleksus kiesselbach. Epistaksis posterior umumnya berasal dari rongga hidung posterior melalui cabang a.sfenopalatina.

Epistaksis anterior menunjukkan gejala klinik yang jelas berupa perdarahan dari lubang hidung. Epistaksis posterior seringkali menunjukkan gejala yang tidak terlalu jelas seperti mual, muntah darah, batuk darah, anemia dan biasanya epistaksis posterior melibatkan pembuluh darah besar sehingga perdarahan lebih hebat.

Epistaksis juga seringkali terjadi pada anak-anak. Epistaksis anak-anak umumnya berasal dari little’s area/pleksus kiesselbach yang berada pada dinding depan dari septum hidung. Dua hal yang paling banyak menyebabkan mimisan pada anak adalah karena trauma minor dan trauma mayor. Hal yang masuk dalam penyebab mimisan epistaksis trauma minor diantaranya yaitu karena sebab anak mengorek hidung, bersin, batuk, menggaruk hidung atau karena mengedan. Sedangkan sebab mimisan anak yang berasal dari faktor trauma mayor diantaranya yaitu karena mukosa hidung anak yang rapuh. Diantaranya karena terdapat infeksi saluran nafas atas, pengeringan mukosa hidung.

Lalu bagaimana kita memberikan pertolongan perawatan epistaksis ini. Prinsip menolong penanganan epistaksis (mimisan) adalah sebagai berikut :

  • Berikan penderita posisi dengan duduk menunduk untuk mencegah darah menumpuk di daerah faring posterior sehingga mencegah terjadinya penyumbatan jalan napas.
  •  menghentikan perdarahan mimisan. Menghentikan perdarahan pada epistaksis dapat kita lakukan dengan cara : tekan pada bagian depan hidung selama 10 menit, tekan hidung antara ibu jari dan jari telunjuk, jika perdarahan berhenti tetap tenang dan coba cari tahu apa faktor pencetus epistaksis dan hindari
  •  Jika setelah kita melakukan langkah-langkah di atas dan perdarahan tak kunjung berhenti maka tindakan kita selanjutnya adalah membawa penderita ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan serta perawatan lebih lanjut.

Ada juga beberapa komplikasi yang bisa terjadi bila kita terkena perdarahan hidung ini. Komplikasi dari mimisan ini diantaranya yaitu :

  • Sinusitis.
  • Aspirasi (masuknya cairan ke saluran napas bawah).
  • Bekuan darah pada sekat hidung ( septal hematom ).
  • Infeksi

Jadi kita memang harus berhati-hati dengan kesehatan kita termasuk juga bila epistaksis ini terjadi pada diri kita sendiri.

Sumber : Portal Kesehatan

Pencarian Artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>