Skoliosis (Tulang Belakang Bengkok)

Posted on August 17, 2014 by Yasmin Hospital in Artikel

Skoliosis masih belum akrab di telinga masyarakat Indonesia, padahal pakar kesehatan mengatakan sebanyak 2% dari suatu populasi penduduk mengalami skoliosis. Sebanyak 10% dari kelompok penyandang skoliosis itu tergolong berat.

Apa Itu Skoliosis?
Skoliosis sebenarnya berasal dari kata âskoliosâ yang berarti bengkok. Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yaitu kelengkungan tulang belakang yang abnormal. Jadi terdapat pembengkokan tulang belakang ke arah kiri atau kanan. Tulang punggung atau tulang belakang yang mestinya lurus, pada penderita skoliosis justru membentuk belokan seperti kurva. Kurvanya bisa berbentuk S atau C.

Jenis dan Sebab Skoliosis
Pada umumnya dibagi atas dua kategori diantaranya adalah Scoliosis Struktural dan Non Struktural.

A. Sruktural

Skoliosis tipe ini bersifat irreversibel (tidak dapat kembali normal) dan dengan rotasi dari tulang punggung. Sebanyak 80% bersifat idiopatik (tidak diketahui penyebabnya). Sisanya merupakan kongenital (didapat sejak lahir) berupa kegagalan pembentukan tulang punggung. Bisa juga karena fraktur dislokasi dari tulang punggung, trauma, penyakit empisema, polio, serebral palsy, dll

B. Nonstruktural

Skoliosis tipe ini bersifat reversibel (dapat dikembalikan ke bentuk semula), dan tanpa perputaran (rotasi) dari tulang punggung. Yang cukup perlu mendapat perhatian adalah skoliosis postural yaitu yang disebabkan oleh kebiasaan postur tubuh yang buruk.

Gejala dan Tanda

Dari riwayat penyakitnya, pertama-tama tidak dikeluhkan adanya nyeri. Biasanya skoliosis baru disadari oleh orangtua ketika anak beranjak besar, yaitu terlihat keadaan bahu yang tidak sama tinggi, tulang belikat yang tidak sama, atau pinggul yang tidak sama. Pada keadaan ini, biasanya derajat pembengkokan kurva sudah lebih dari 30 derajat. Pada awalnya penderita skoliosis tidak mengalami keluhan yang berarti. Tetapi bila skoliosisnya mengalami progres, orang yang menyandangnya akan mengalami gangguan fungsi. Penyandang skoliosis dapat mengalami rasa sakit pada punggung, pinggang, leher, tergantung dari lokasi skoliosisnya. Kemungkinan pula terjadi gangguan paru-paru, dan pernapasan, jantung dan pecernaan. Sesuai pertambahan waktu, pembengkokan tulang punggungnya semakin parah. Jadi keluhan yang dialami tergantung dari derajat keparahan skoliosisnya serta lokasinya.

Terapi Skoliosis

Pengobatan untuk skoliosis didasarkan pada:
- Usia penderita
- Berapa banyak lagi dia masih akan tumbuh
- Tingkat dan pola kurva
- Jenis skoliosis
- Maturitas tulang

Tujuan dilakukannya tatalaksana pada skoliosis:
- Mencegah progresifitas dan mempertahankan keseimbangan
- Mempertahankan fungsi respirasi
- Mengurangi nyeri dan memperbaiki status neurologis
- Kosmetik

Adapun pilihan terapi yang dapat dipilih, dikenal sebagai âThe threeOâ adalah :

1.Observasi

Pemantauan dilakukan jika derajat skoliosis tidak begitu berat, yaitu <20 pada tulang yang masih tumbuh atau <50 pada tulang yang sudah berhenti pertumbuhannya. Rata-rata tulang berhenti tumbuh pada saar usia 19 tahun.
Pada pemantauan ini, dilakukan kontrol foto polos tulang punggung pada waktu-waktu tertentu. Foto kontrol pertama dilakukan 3 bulan setelah kunjungan pertama ke dokter. Lalu sekitar 6-9 bulan berikutnya bagi yang derajat <20 dan 4-6 bulan bagi yang derajatnya >20.
Selain itu dapat dibantu dengan olahraga seperti renang, perenggangan, fisioterapi, dan olahraga punggung. Tujuannya tak lain untuk menguatkan otot punggung.

2.Orthosis

Orthosis dalam hal ini adalah pemakaian alat penyangga yang dikenal dengan nama brace. Biasanya indikasi pemakaian alat ini adalah :

  • Pada kunjungan pertama, ditemukan derajat pembengkokan sekitar 30-40o
  • Terdapat progresifitas peningkatan derajat sebanyak 25 derajat.

Pemakaian alat penyangga brace ini bisa dilakukan sampai maturitas tulang menjadi sempurna.

3.Operasi

Tidak semua skoliosis dilakukan operasi.Indikasi dilakukannya operasi pada skoliosis adalah :

  •  Terdapat progresifitas peningkatan derajat pembengkokan >40-45 derajat pada anak yang sedang tumbuh
  • Terdapat kegagalan setelah dilakukan pemakaian alat orthosis
  • Terdapat derajat pembengkokan >50 derajat pada orang dewasa

 

Poli Rehab Medik  dr. Yasmin Bakarman, Sp.KFR

Pagi               : Senin – Kamis,Sabtu     08.00 – 12.00 WIB
Pagi               : Jum’at     08.00 – 10.30 WIB
Malam           : Senin – Jum’at     17.00 – 20.00 WIB

Pencarian Artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>